Kamis, 18 Juni 2020

Pengertian ICMP, Fungsi dan Tipe – Tipenya

ICMP sendiri adalah sebuah kependekan dari apa yang kita kenal dengan nama Internet Control Message Protocol. Dari namanya, maka sudah bisa kita ketahui bahwa ICMP ini merupakan salah satu protocol jaringan yang digunakan di dalam jaringan internet, disamping protocol – protocol lainnya, seperti TCP/IP. ICMP ini seringkali dikenal sebagai salah satu protocol inti pada keluarga protocol internet, jadi hal ini membuat ICMP memiliki peran dan fungsi yang penting di dalam sebuah jaringan internet. 

Sesuai dengan namanya, ICMP adalah protokol jaringan internet yang berfungsi untuk memberikan kiriman pesan – pesan ke dalam sebuah jaringan, mulai dari mengirimkan pesan eror, pesan diterima, hubungan putus atau connection lost, dan sebagainya. Dengan adanya ICMP ini, maka jaringna akan mengetahui respon – respon yang terjadi salami konektivitas di dalam jaringan itu berlangsung.

Ini Adalah Gambar ICMP:

Apa saja fungsi dari ICMP?

Setelah mengetahui sedikit mengenai definisi dari ICMP atau Internet Control Message Protocol, maka untuk memahaminya lebih lanjut, berikut ini adalah beberapa fungsi utama dari protocol ICMP ini : 

1. Membantu proses error handling / melaporkan apabila terjadi error pada sebuah jaringan

Error merupakan salah satu gejala yang paling mungkin terjadi di dalam sebuah jaringan komputer. Error biasanya terjadi ketika pesan dan juga request tidak dapat tersampaikan ke host, ataupun koneksi terputus atau kehilangan koneksi dalam proses transmisi data di dalam jaringan komputer. 

Dengan adanya protocol ICMP ini, maka setiap error yang terjadi dapat dihandle langsung oleh protocol ini, dimana protocol ICMP ini bertugas untuk melakukan tindakan – tindakan ketika terjadi yang namanya error di dalam sebuah jaringan komputer tesebut. 

2. Membantu control procedure atau prosedur pengaturan pada sebuah jaringan 

Control procedure atau prosedur pengontrolan juga merupakan tugas dan fungsi utama dari protocol ICMP ini. ICMP bertugas untuk mengatur dan mengontrol segala macam bentuk pengaturan pada sebuah jaringan kompter. Dengan adanya ICMP ini, maka setiap jaringan komputer dapat berjalan sesuai dengan prosedur juga ketentuan yang ada, sehingga tidak mengalami melenceng atau kesalahan dalam proses transmisi jaringan tersebut. 

3. Menyediakan pengendalian error dan pengendalian arus pada network layer atau lapisan jaringan 

Pengendalian error atau error handling sudah dibahas pada poin sebelumnya. Akan tetapi, selain melakukan pengendalian error atau error handling ini, ICMP juga memiliki tugas juga fungsi lainnya, yaitu melakukan pengenalian terhadap arus informasi yang ditransmisikan pada network layer atau lapisan jaringan. 

Seperti diketahui, ketika bekerja, sebuah jaringan akan memiliki beberapa macam lapisan atau layer – layer tertentu yang mana setiap paket data harus melewatinya. ICMP bertugas untuk melakukan pengendalian terhadap arus yang akan masuk ke dalam masing – masing layer tersebut. 

4. Mendeteksi terjadinya error pada jaringan, seperti connection lost, kemacetan jaringan dan sebagainya 

Tugas pendeteksian dan juga pelaporan akan terjadinya error juga merupakan tugas dan fungsi utama dari ICMP ini. ICMP merupakan protocol yang memilki peran penting ketika terjadi error pada sebuah jaringan atau network. Ketika ICMP mendeteksi terjadinya error, biasanya router atau perangkat keras jaringan lainnya akan memberikan tanda kepada ICMP, misalnya host tidak dapat dijangkau, atau koneksi terputus.


Pada saat itu, ICMP akan menerima dan mendeteksi hal tersebut, dan kemudian melaporkan situasi dimana terjadi error.


Tipe – Tipe Pesan pada ICMP

Sebagai protocol jaringan komputer yang bertugas untuk mengirim pesan, ICMP sendiri memiliki dua jenis pesan yang bisa dideteksi dan dilaporkan. Berikut ini adalah kedua jenis pesan yang ada pada protocol ICMP :


1. ICMP Error Message

Merupakan suatu pesan atau message yang disampaikan oleh ICMP ketika terjadi kesalahan atau error pada jaringan komputer yang sedang berjalan. ICMP error message ini sendiri juga terbagi menjadi beberapa jenis. Berikut ini adalah beberapa jenis ICMP error message :


* Destination Unreachable

Destination unreacheable merupakan suatu pesan error yang terjadi ketika pengiiman paket data mengalami kegagalan transmisi, yang disebabkan oleh putusnya jalur koneksi baik jalur secara fisik maupun jalir secara logic pada suatu jaringan. Biasanya destination unreacheable ini disampaikan oleh perangkat keras router.


* Time Exceeded

Merupakan pesan yang dikirmkan oleh ICMP ketika field TTL pada paket IP sudah habis, namun paket tersebut belum juga sampai pada tujuannya. Hal ini mirip seperti request timed out ketika kita akan masuk ke dalam seuah situs internet.


* Parameter Problem

Merupaakn pesan kesalahan yang terjadi ketika terjadi kesalahan parameter pada header paket data yang ditransmisikan.

* Source Quench

Merupakan pesan yang dikirimkan ketika router tujuan mengalami gangguan atau kongesti, sehingga hal ini akan menyebabkan pengiriman paket data harus menjadi lebih lambat daripada biasanya.

2. ICMP Query Message

Merupakan pesan pada ICMP yang dikirimkan oleh node, yang kemudian dijawab oleh format – format spesifik dari node yang dituju, jadi tidak berhubungan degnan error message, dan hanya berupa pembalasan pesan yang dikirmkan. 

Pengertian POP3 dan Fungsinya

 

Dalam sebuah jaringan komputer, terutama internet, kita mengenal banyak sekali istilah – istilah singkatan yang merupakan protocol – protocol tertentu. sebut saja TCP/IP, HTTP, HTTPS, SMTP, ICMP dan masih banyak lagi protokol jaringan yang digunakan. Salah satu protocol yang memiliki peran yang sangat vital adalah POP3.

Berikut iini adalah beberapa penjelasan dan fungsi dari POP3 sebagai sebuah protocol internet.

Gambar POP3:

Apa itu POP3?

POP3 mungkin merupakan istilah yang cukup asing di telinga anda. Akan tetapi, ternyata meskipun merupakan istilah yang asing di telinga anda, POP3 adalah salah satu hal yang paling sering anda gunakan sehari – hari tanpa anda sadari. Ya, POP3 adalah sebuah protocol internet atau jaringan yang digunakan untuk mengambil surat elektronik atau email dari server email ke dalam device atau client email yang anda miliki.  

POP3 adalah kependekan dari Post Office Protocol versi 3. Sesuai dengan namanya, POP3 adalah sebuah protocol di dalam jaringan internet yang memiliki fungsi seperti bis surat, dan digunakan di dalam email client yang kita miliki untuk mengambil dan membaca email atau surat elektronik yang masuk.

Penggunaan email atau surat elektronik ini tentu saja sudah tidak asing lagi bukan di telinga kita? ketika email masuk ke dalam inbox email kita, disanalah POP3 bekerja dan memegang peranan yang sangat penting. Sama halnya dengan simple mail transfer protocol yang mengurusi tentang pengiriman dan penerimaan pesan atau email di jaringan internet, POP3 ini akan mengatur semua email-email yang ada.

Fungsi dari POP3

Nah, seperti sudah dijelasakan sebelumnya, POP3 adalah sebuah protocol internet yang digunakan untuk mengakses email atau surat elektronik yang masuk ke dalam email client. Fungsi utama dari POP3 ini adalah untuk menyimpan sementara email yang terkirim di dalam sebuah email server, dan kemudian meneruskannya ke dalam email client, dimana baru akan terespon ketika email tersebut sudah dibuka oleh user yang berhak (dalam hal ni adalah mereka yang memegang username dan juga password dari alamat email).  

POP3 adalah protocol email yang digunakan pada berbagai macam email client, mulai dari aplikasi email pada desktop, seperti Microsoft outlook, hingga aplikasi email pada smartphone, misalnya Gmail, Ymail, dan sebagainya.

Dengan adanya protocol POP3 pada email client ini, maka setiap surat atau email yang sudah terttampung ke dalam email server akan dimunculkan di dalam email client dan akan dibuka ketika user memiliki hak akses atas surat atau email tersebut.

Perbedaan POP3 dan SMTP

Selain POP3 pada jaringan kompter, dalam hal yang berurusan dengan email, terdapat pula protocol yang bernama SMTP. SMTP atau simple mail transfer protocol adalah protocol email lainnya yang bekerja untuk mengirim email. Lalu apa perbedaan antara SMTP ini dengan POP3? Perbedaan utama dari kedua jenis protkol ini adalah dari fungsi utama yang dimiliki oleh keduanya.  

Apabila POP3 adalah protocol surat elektronik yang digunakan untuk menerima email dan menyimpannya di dalam sebuah email server sampai ada user yang memiliki hak akses membukanya, maka SMTP adalah sebuah protocol email yang digunakan untuk mengirimkan surat atau email ke dalam web server.

Jadi, alur protocol yang digunakan dalam proses pengiriman email adalah sebagai berikut :

User 1 menuliskan email – email terkirim ke dalam email server menggunakan STMP (simple mail transfer protocol) – kemudian email yang sudah tersimpan ke dalam email server akan masuk ke dalam email client dari user 2 (penerima) denan menggunakan POP3 (post office protocol) – user 2 atau penerima email dapat membuka dan melihat email dari aplikasi email client, juga menggunakan protocol POP3.

Kira – kira seperti itulah penggunaan dan alur penerimaan email menggunakan protocol POP3. Dari cara kerja yang sudah disebutkan di atas, maka bisa disimpulkan bahwa POP3 juga SMTP adalah dua protocol yang bekerja secara berdampingan dalam proses pengiriman dan juga penerimaan email. Hal ini membuat proses pengiriman dan penerimaan email dilakukan oleh dua protocol yang berbeda.

Pengertian SMTP dan Cara Kerjanya

 

SMTP merupakan salah satu jenis protocol yang bekerja dalam hal pengiriman pesan – pesan berupa surat elektronik atau email pada sebuah jaringan internet. Anda pasti sudah sangat mengenal dengan apa itu email. Email atau yang merupakan kependekan electronic mail merupakan salah satu inovasi terbaik yang pernah diciptakan pada era perkembangan jaringan komputer, tepatnya pada era 90-an, dimana email yang pertama kali digunakan adalah pesan dari Ratu Inggris.

 Contoh Gambar SMTP:

Setelah itu, email pun mulai banyak berkembang, dan tentu saja menjadi sangat populer di kalangan public dan kalangan user, karena sangat praktis. Terlebih membuat email pun tidak sulit, dan mudah untuk di pahami. (baca juga: cara membuat email baru)

Ada beberapa manfaat penting dari penggunaan sebuah email, antara lain :

- Mempercepat proses pengiriman surat
- Tidak membutuhkan biaya perangko
- Mempermudah komunikasi, terutama yang berada di lokasi yang berbeda Negara dan berjarak sangat jauh
- Privasi terjaga
- Mudah untuk digunakan
- Bisa dilakukan dimana saja
- Sudah banyak vendor yang memberikan layanan email untuk usernya

Saat ini, mungkin yang banyak diketahui oleh user adalah bahwa email sangat mudah untuk digunakan. Namun banyak orang yang tidak mengetahui bahwa sebenarnya email melewati proses yang cukup panjang ketika akan dikirmkan menuju alamat tujuan. Hanya saja, proses tersebut tidaklah selama dan sepanjang ketika kita harus mengirimkan surat dengan menggunakan pos.

Akan tetapi, penggunaan email pun sebenarnya juga menggunakan sistem Pos, namun berbeda dengan pos secara fisik. Sistem email menggunakan Pos sebagai protocol dalam mengirimkan dan menerima surat. Protocol tersebut adalah Protokol SMTP, yang bertindak sebagai kantor pos pada saat kita sebagai user melakukan pengiriman dan penerimaan surat.

Apa itu SMTP?

SMTP sendiri merupakan kependekan dari Simple Mail Transfer Protocol. Apabila kita artikan secara harafiah, maka bisa dikatakan bahwa SMTP merupakan sebuah protocol yang digunakan untuk melakukan proses pengiriman dan penerimaan (proses transfer sebuah surat secara elektronik), namun dengan menggunakan sebuah acara teknis yang simple dan mudah untuk dipaham dan diimplementasikan.  

Akan tetapi, ternyata dalam pengaplikasiannya, SMTP hanyalah digunakan untuk membantu user mengirimkan surat elektronik kepada penerima. Jadi dengan menggunakan protocol SMTP ini, maka anda sebagai seorang user dapat mengirimkan pesan elektronik atau email kepada penerima.

SMTP sendiri pertama kali mulai didefinisikan oleh RCF pada tahun 1982, yang juga dikenal dengan nama STD 10. Hingga saat ini, protocol SMTP ini sudah diperbaharui, dan perbaharuan terakhirnya adalah pada tahun 2008, yang dilakukan oleh RFC 5321. Sama seperti beberapa protocol aplikasi internet lainnya yang banyak digunakan, seperti HTTP misalnya, SMTP juga menggunakan protocol TCP dalam internet untuk dapat bekerja, dengan spesialisasi sebagai pengirim surat elektronik atau email.

Cara kerja SMTP

Untuk bisa lebih memahami mengenai SMTP dalam proses pengiriman sebuah email, maka ada baiknya kita juga mempelajari mengenai cara kerja dari SMTP ini di dalam proses pengiriman surat elektronik atau email.  

Cara kerja dari protocol SMTP ini pada dasarnya sangatlah sederhana. Prinsip dasar dan prinsip utama dari penggunaan SMTP ini adalah bahwa terdapat sebuah email server yang bertugas sebagai penampung sementara surat elektronik, sebelum dikirmkan ke alamat email penerima.

Jadi, ketika user akan mengirimkan sebuah surat elektronik, maka surat elektronik tersebut, yang dikirmkan oleh user akan menggunakan protocol SMTP, sehingga surat tersebut kemudian akan masuk ke dalam email server, untuk dicocokan dengan alamat email penerima. Ketika alamat email penerima sudah terdeteksi cocok, maka surat elektronik atau email tersebut kemudian di kirimkan ke alamat email yang dituju, dan pengirim akan memperoleh notifikasi bahwa email sudah dikirimkan ke alamat email.

Apabila kita melihat hal ini, maka cara kerja SMTP ini persis seperti cara kerja kotak pos atau bis surat yang dulu sering kita gunakan untuk mengirimkan surat dari kota ke kota. SMTP bisa kita analogikan sebagai sebuah bis surat atau kotak pos. ketika kita akan mengirimkan surat, maka kita akan memasukkan surat kita ke dalam kotak pos tersebut, dan tukang pos akan mengambil surat anda untuk dimasukkan ke dalam kantor pos, disortir, lalu kemudian dikirmkan ke alamat yang tertera pada surat tersebut.

Satu – satunya perbedaan antara penggunaan protocol SMTP dengan analogi kotak pos ini hanyalah terdapat pada kecepatan dan tipe surat yang digunakan. Apabila ketika menggunakan kotak pos, kita mengirimkan surat secara fisik, maka pada SMTP, kita mengirimkan surat secara elektronik, yang mana waktu pengiriman pun jauh lebih cepat. Meski berbeda, namun demikian hal ini menunjukkan bahwa ketika kita mengirimkan sebuah email, email yang kita kirim tersebut akan melewati beberapa proses yang sama seperti ketika kita mengirimkan surat biasa menggunakan jasa pos.

Protokol SMTP sendiri bisa kita akses dan kita gunakan berkat bantuan ISP atau internet service provider yang kita gunakan. Kebanyakan Internet Service Provider sudah menambahkan fitur pengiriman email melalui SMTP, sehingga kita bisa mengirimkan email menggunakan protocol ini.

Protokol lainnya yang digunakan pada proses pengiriman surat

Setelah kita melihat dan juga membahas mengenai apa itu SMTP dan juga posisinya sebagai sebuah protocol, maka kita bisa memahami bahwa funsi SMTP memiliki keterbatasan, yaitu hanya dapat digunakan untuk mengirimkan sebuah surat elektronik saja. Kalau begitu, bagaimana ketika kita akan menerima sebuah surat elektronik, dan melihat keseluruhan isinya? Jawabannya adalah dengan menggunakan protocol lainnya, yang berfungsi untuk mengambil dan juga menerima email. Protocol tersebut adalah protocol IMAP dan juga protocol POP.  

Protokol IMAP dan juga protocol POP sama sama merupakan protocol surat elektronik yang bertugas untuk menerima email, dan juga melihat isi dari email tersebut. IMAP sendiri merupakan kependekan dari Internet Messages Access Protocol, sedangkan POP merupakan kependekan dari Post Office Protocol yang saat ini sudah berada pada versi ke 3 (POP3).

Kedua protocol ini sama – sama bertugas untuk mengambil dan mengecek email yang ada ke dalam email server. Perbedaan dari kedua protocol ini hanyalah pada kemampuannya saja. IMAP dapat memungkinkan pengguna atau user dalam memilih surat mana yang akan diambil, dan menghapus surat yang penting, sedangkan POP mengharuskan user melakukan download email terlebih dahulu, baru bisa melakukan pengeditan tersebut.

Apa itu FTP? Pengertian, Kelebihan, Kekurangan dan Cara Kerjanya

 

FTP memiliki peranan penting dalam pertukaran informasi dalam satu komputer. Tanpa adanya FTP, tidak akan ada yang namanya mengunduh, mengunggah, browsing, dan menonton video. Jika kamu belum tahu apa itu FTP dan bagaimana cara kerjanya, mari simak penjelasannya berikut ini!

Contoh Gambar FTP:

Pengertian FTP

File transfer protocol (FTP) merupakan protokol yang bertugas untuk menjembatani pertukaran informasi di dalam suatu komputer. Jika kamu mengunduh dan mengunggah file, maka semua aktivitas tersebut dapat dilakukan dengan adanya bantuan FTP.

Dua hal penting dalam FTP adalah FTP server dan FTP client. FTP server adalah server yang menjalankan software dengan fungsi memberikan layanan tukar menukar file yang selalu siap apabila ada permintaan dari FTP client. Sedangkan yang dimaksud dengan FTP client adalah komputer yang kamu gunakan untuk melakukan berbagai aktivitas. Komputer kamu sebagai FTP client haruslah terhubung dengan FTP server untuk bisa menukar file dan melakukan aktivitas seperti download, upload, rename, delete, dan sebagainya. 

Kelebihan FTP

 

FTP sebagai protokol yang menjembatani pertukaran informasi di dalam suatu komputer ini memiliki banyak kelebihan, antara lain:


  • Memiliki sistem keamanan enkripsi pada jaringan yang digunakan sehingga kamu tidak perlu khawatir akan peretasan data pribadi.
  • FTP memiliki fungsi sebagai penyimpanan, di mana data yang dikirimkan tidak akan hilang atau dihapus oleh komputer dan perangkat elektronik lain.
  • Meski menggunakan FTP memerlukan verifikasi, namun sudah ada software yang membantumu melakukannya, beserta dengan petunjuk verifikasi. Tambahan informasi, verifikasi menggunakan FTP ini hanya ada dua langkah saja.
  • FTP mampu menjembatani pertukaran informasi dan file antar komputer. Selama prosesnya, sudah dilengkapi dengan sistem keamanan yang melindungi data yang kamu kirim ataupun terima.
  • FTP mampu melakukan backup data dan file, termasuk restore pada sebuah website.
  • Transfer data dan informasi melalui FTP sangat mudah dan efisien.
  • FTP dapat digunakan sebagai indirect computer atau implicit remote computer. 

Kekurangan FTP

 

Di samping memiliki kelebihan, FTP juga memiliki kekurangan seperti:


  • Sangat bergantung dengan adanya sistem keamanan enkripsi. Tanpa ada sistem keamanan enkripsi, maka FTP tidak aman digunakan untuk transfer data dan informasi.
  • Desain yang tidak begitu kuat sehingga bisa membahayakan administrator karena minimnya informasi tentang faktor risiko yang akan dihadapi.
  • Kesalahan dalam menyampaikan informasi sering terjadi sehingga administrator sulit memahami informasi yang diterima.

Cara kerja FTP

 

FTP bekerja dengan mengandalkan autentikasi standar yang meminta pengguna komputer memasukkan username dan password untuk bisa mengakses data. Setiap kali kamu ingin mengunduh, mengunggah, ataupun melakukan aksi lain terhadap data dalam komputer, maka diperlukan akses dari FTP untuk perintah yang kamu lakukan. Password dan username itulah yang menjadi kunci aksesmu untuk mengakses data di dalamnya. Dengan password dan username yang diberikan oleh FTP, kamu bisa leluasa memindahkan, menyalin, membuat, dan menghapus data yang ada di dalam direktori penyimpanan komputer.


Namun, sebelum terjadi pertukaran data tersebut, FTP client terlebih dahulu harus melakukan permintaan koneksi terhadap FTP server. Jika FTP client terhubung ke FTP server, barulah di situ terjadi aktivitas yang kerap kamu lakukan seperti mengunduh data, mengunggah, dan sebagainya.

Bisa disimpulkan bahwa FTP ini memiliki peran yang sangat vital pada seluruh aktivitas yang kamu lakukan dengan komputer. Tanpa adanya FTP, maka kegiatan yang biasa kamu lakukan dengan komputer tidak akan terjadi. Sekarang, kamu jadi lebih tahu ‘kan, tentang apa itu FTP dan fungsinya?


Pengertian ARP dan Cara Kerjanya

Apa itu ARP (Address Resolution Protocol) ?

ARP (Address Resolution Protocol) adalah protokol jaringan yang digunakan untuk mengetahui alamat perangkat keras (MAC) dari suatu perangkat dari alamat IP. Ini digunakan ketika perangkat ingin berkomunikasi dengan beberapa perangkat lain di jaringan lokal (misalnya pada jaringan Ethernet yang membutuhkan alamat fisik untuk diketahui sebelum mengirim paket). Perangkat pengirim menggunakan ARP untuk menerjemahkan alamat IP ke alamat MAC. Perangkat mengirim pesan permintaan ARP yang berisi alamat IP perangkat penerima. Semua perangkat di segmen jaringan lokal melihat pesan, tetapi hanya perangkat yang memiliki alamat IP tersebut yang merespons dengan pesan balasan ARP yang berisi alamat MAC-nya. Perangkat pengiriman sekarang memiliki cukup informasi untuk mengirim paket ke perangkat penerima.


Contoh Gambar ARP:
Paket permintaan ARP dikirim ke alamat broadcast (FF: FF: FF: FF: FF: FF untuk siaran Ethernet dan 255.255.255.255 untuk siaran IP).

Berikut adalah penjelasan dari proses ARP:

Katakanlah bahwa Host A ingin berkomunikasi dengan host B. Host A mengetahui alamat IP host B, tetapi tidak tahu alamat MAC host B. Untuk mengetahui alamat MAC host B, host A mengirim permintaan ARP, mencantumkan alamat IP host B sebagai alamat IP tujuan dan alamat MAC dari FF: FF: FF: FF: FF: FF (broadcast Ethernet) . Switch akan meneruskan frame keluar semua antarmuka (kecuali antarmuka masuk). Setiap perangkat di segmen ini akan menerima paket, tetapi karena alamat IP tujuan adalah alamat IP host B, hanya host B yang akan membalas dengan paket balasan ARP, yang mencantumkan alamat MAC-nya. Host A sekarang memiliki informasi yang cukup untuk mengirim traffic ke host B.

Semua sistem operasi memelihara cache ARP yang diperiksa sebelum mengirim pesan permintaan ARP. Setiap kali sebuah host perlu mengirim paket ke host lain di LAN, pertama kali memeriksa cache ARP untuk alamat IP yang benar dan alamat MAC yang cocok. Alamat akan tetap berada di cache selama beberapa menit. Anda dapat menampilkan entri ARP di Linux dengan menggunakan perintah arp  :

Kelebihan dan kekurangan Ipv4 dan Ipv6


Kelebihan Ipv4 

- tidak mensyaratkan ukuran paket pada link-layer dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran 576 byte.
 
- pengelolaan rute informasi yang tidak memerlukan seluruh 32 bit tersebut , melainkan cukup hanya bagian jaringannya saja, sehingga besar informasi rute yang disimpan di router, menjadi kecil.
 
kekurangan Ipv4
 
           1. Panjang alamat 32 bit (4 bytes)
 
2.      Dikonfigurasi secara manual atau DHCP Ipv4
 
3.      Dukungan terhadap Ipsec opsional
 
4.      Fragmentasi dilakukan oleh pengirim dan pada router,menurunkan kinerja router.
 
5.      Ipv4 yang hanya memiliki jumlah 32-bit(jumlah total alamat yang dapat di capainya mencapai 4,294,967,296 alamat).
 
 
  Kelebihan Ipv6 
 
1.Ruang alamat 128 bit.
 
2.Pengalmatan multicast, yaitu pengiriman pesan kebeberapa alamat dalam satu   group.
 
3.Stateles address autoconfiguration(SLAAC), Ipv6 dapat membuat alamat sendiri tampa bantuan DHCPv6.
 
4.keamanan lebih bagus dengan adanya default securityIPSec.
 
5.pengiriman paket lebih sederhana dan Efisien.
 
6.Dukungan mobilitas dengan adanya Mobile Ipv6
 
Kekurangan IPv6 
 
1.Operasi Ipv6 membutuhkan perubahan perangkat(keras atau lunak) baru yang mendukungnya
 
2.Harus ada pelatihan tambahan, serta kewajiban tetap mengoperasikan jaringan Ipv4, sebab masih banyak layanan Ipv6 yang berjalan di atas Ipv4.