Pengertian ICMP, Fungsi dan Tipe – Tipenya
ICMP sendiri adalah sebuah kependekan dari apa yang kita kenal dengan nama Internet Control Message Protocol. Dari namanya, maka sudah bisa kita ketahui bahwa ICMP ini merupakan salah satu protocol jaringan yang digunakan di dalam jaringan internet, disamping protocol – protocol lainnya, seperti TCP/IP. ICMP ini seringkali dikenal sebagai salah satu protocol inti pada keluarga protocol internet, jadi hal ini membuat ICMP memiliki peran dan fungsi yang penting di dalam sebuah jaringan internet.
Sesuai dengan namanya, ICMP adalah protokol jaringan
internet yang berfungsi untuk memberikan kiriman pesan – pesan ke dalam
sebuah jaringan, mulai dari mengirimkan pesan eror, pesan diterima,
hubungan putus atau connection lost, dan sebagainya. Dengan adanya ICMP
ini, maka jaringna akan mengetahui respon – respon yang terjadi salami
konektivitas di dalam jaringan itu berlangsung.
Ini Adalah Gambar ICMP:
Ini Adalah Gambar ICMP:
Apa saja fungsi dari ICMP?
Setelah mengetahui sedikit mengenai definisi dari ICMP atau Internet
Control Message Protocol, maka untuk memahaminya lebih lanjut, berikut
ini adalah beberapa fungsi utama dari protocol ICMP ini :
1. Membantu proses error handling / melaporkan apabila terjadi error pada sebuah jaringan
Error merupakan salah satu gejala yang paling mungkin terjadi di dalam sebuah jaringan komputer. Error biasanya terjadi ketika pesan dan juga request tidak dapat tersampaikan ke host, ataupun koneksi terputus atau kehilangan koneksi dalam proses transmisi data di dalam jaringan komputer.
Dengan adanya protocol ICMP ini, maka setiap error yang terjadi dapat dihandle langsung oleh protocol ini, dimana protocol ICMP ini bertugas untuk melakukan tindakan – tindakan ketika terjadi yang namanya error di dalam sebuah jaringan komputer tesebut.
2. Membantu control procedure atau prosedur pengaturan pada sebuah jaringan
Control procedure atau prosedur pengontrolan juga merupakan tugas dan fungsi utama dari protocol ICMP ini. ICMP bertugas untuk mengatur dan mengontrol segala macam bentuk pengaturan pada sebuah jaringan kompter. Dengan adanya ICMP ini, maka setiap jaringan komputer dapat berjalan sesuai dengan prosedur juga ketentuan yang ada, sehingga tidak mengalami melenceng atau kesalahan dalam proses transmisi jaringan tersebut.
3. Menyediakan pengendalian error dan pengendalian arus pada network layer atau lapisan jaringan
Pengendalian error atau error handling sudah dibahas pada poin sebelumnya. Akan tetapi, selain melakukan pengendalian error atau error handling ini, ICMP juga memiliki tugas juga fungsi lainnya, yaitu melakukan pengenalian terhadap arus informasi yang ditransmisikan pada network layer atau lapisan jaringan.
Seperti diketahui, ketika bekerja, sebuah jaringan akan memiliki beberapa macam lapisan atau layer – layer tertentu yang mana setiap paket data harus melewatinya. ICMP bertugas untuk melakukan pengendalian terhadap arus yang akan masuk ke dalam masing – masing layer tersebut.
4. Mendeteksi terjadinya error pada jaringan, seperti connection lost, kemacetan jaringan dan sebagainya
Tugas pendeteksian dan juga pelaporan akan terjadinya error juga merupakan tugas dan fungsi utama dari ICMP ini. ICMP merupakan protocol yang memilki peran penting ketika terjadi error pada sebuah jaringan atau network. Ketika ICMP mendeteksi terjadinya error, biasanya router atau perangkat keras jaringan lainnya akan memberikan tanda kepada ICMP, misalnya host tidak dapat dijangkau, atau koneksi terputus.
Pada saat itu, ICMP akan menerima dan mendeteksi hal tersebut, dan kemudian melaporkan situasi dimana terjadi error.
Tipe – Tipe Pesan pada ICMP
Sebagai protocol jaringan komputer yang bertugas untuk mengirim pesan, ICMP sendiri memiliki dua jenis pesan yang bisa dideteksi dan dilaporkan. Berikut ini adalah kedua jenis pesan yang ada pada protocol ICMP :
1. ICMP Error Message
Merupakan suatu pesan atau message yang disampaikan oleh ICMP ketika terjadi kesalahan atau error pada jaringan komputer yang sedang berjalan. ICMP error message ini sendiri juga terbagi menjadi beberapa jenis. Berikut ini adalah beberapa jenis ICMP error message :
* Destination Unreachable
Destination unreacheable merupakan suatu pesan error yang terjadi ketika pengiiman paket data mengalami kegagalan transmisi, yang disebabkan oleh putusnya jalur koneksi baik jalur secara fisik maupun jalir secara logic pada suatu jaringan. Biasanya destination unreacheable ini disampaikan oleh perangkat keras router.
* Time Exceeded
Merupakan pesan yang dikirmkan oleh ICMP ketika field TTL pada paket IP sudah habis, namun paket tersebut belum juga sampai pada tujuannya. Hal ini mirip seperti request timed out ketika kita akan masuk ke dalam seuah situs internet.
* Parameter Problem
Merupaakn pesan kesalahan yang terjadi ketika terjadi kesalahan parameter pada header paket data yang ditransmisikan.
* Source Quench
Merupakan pesan yang dikirimkan ketika router tujuan mengalami gangguan atau kongesti, sehingga hal ini akan menyebabkan pengiriman paket data harus menjadi lebih lambat daripada biasanya.
2. ICMP Query Message
Merupakan pesan pada ICMP yang dikirimkan oleh node, yang kemudian dijawab oleh format – format spesifik dari node yang dituju, jadi tidak berhubungan degnan error message, dan hanya berupa pembalasan pesan yang dikirmkan.
Kira – kira seperti itulah penggunaan dan alur penerimaan email
menggunakan protocol POP3. Dari cara kerja yang sudah disebutkan di
atas, maka bisa disimpulkan bahwa POP3 juga SMTP adalah dua protocol
yang bekerja secara berdampingan dalam proses pengiriman dan juga
penerimaan email. Hal ini membuat proses pengiriman dan penerimaan email
dilakukan oleh dua protocol yang berbeda.
Dua hal penting dalam FTP adalah FTP server dan FTP client. FTP server adalah server yang menjalankan software dengan fungsi memberikan layanan tukar menukar file yang selalu siap apabila ada permintaan dari FTP client. Sedangkan yang dimaksud dengan FTP client adalah komputer yang kamu gunakan untuk melakukan berbagai aktivitas. Komputer kamu sebagai FTP client haruslah terhubung dengan FTP server untuk bisa menukar file dan melakukan aktivitas seperti download, upload, rename, delete, dan sebagainya.
Namun, sebelum terjadi pertukaran data tersebut, FTP client terlebih dahulu harus melakukan permintaan koneksi terhadap FTP server. Jika FTP client terhubung ke FTP server, barulah di situ terjadi aktivitas yang kerap kamu lakukan seperti mengunduh data, mengunggah, dan sebagainya.
Bisa disimpulkan bahwa FTP ini memiliki peran yang sangat vital pada seluruh aktivitas yang kamu lakukan dengan komputer. Tanpa adanya FTP, maka kegiatan yang biasa kamu lakukan dengan komputer tidak akan terjadi. Sekarang, kamu jadi lebih tahu ‘kan, tentang apa itu FTP dan fungsinya?
Contoh Gambar ARP:
Paket permintaan ARP dikirim ke alamat broadcast (FF: FF: FF: FF: FF: FF untuk siaran Ethernet dan 255.255.255.255 untuk siaran IP).
Berikut adalah penjelasan dari proses ARP:
Katakanlah bahwa Host A ingin berkomunikasi dengan host B. Host A mengetahui alamat IP host B, tetapi tidak tahu alamat MAC host B. Untuk mengetahui alamat MAC host B, host A mengirim permintaan ARP, mencantumkan alamat IP host B sebagai alamat IP tujuan dan alamat MAC dari FF: FF: FF: FF: FF: FF (broadcast Ethernet) . Switch akan meneruskan frame keluar semua antarmuka (kecuali antarmuka masuk). Setiap perangkat di segmen ini akan menerima paket, tetapi karena alamat IP tujuan adalah alamat IP host B, hanya host B yang akan membalas dengan paket balasan ARP, yang mencantumkan alamat MAC-nya. Host A sekarang memiliki informasi yang cukup untuk mengirim traffic ke host B.
Semua sistem operasi memelihara cache ARP yang diperiksa sebelum mengirim pesan permintaan ARP. Setiap kali sebuah host perlu mengirim paket ke host lain di LAN, pertama kali memeriksa cache ARP untuk alamat IP yang benar dan alamat MAC yang cocok. Alamat akan tetap berada di cache selama beberapa menit. Anda dapat menampilkan entri ARP di Linux dengan menggunakan perintah arp :
Kelebihan dan kekurangan Ipv4 dan Ipv6
Kelebihan Ipv4
- pengelolaan rute informasi yang tidak memerlukan seluruh
32 bit tersebut , melainkan cukup hanya bagian jaringannya saja, sehingga besar
informasi rute yang disimpan di router, menjadi kecil.
1. Membantu proses error handling / melaporkan apabila terjadi error pada sebuah jaringan
Error merupakan salah satu gejala yang paling mungkin terjadi di dalam sebuah jaringan komputer. Error biasanya terjadi ketika pesan dan juga request tidak dapat tersampaikan ke host, ataupun koneksi terputus atau kehilangan koneksi dalam proses transmisi data di dalam jaringan komputer.
Dengan adanya protocol ICMP ini, maka setiap error yang terjadi dapat dihandle langsung oleh protocol ini, dimana protocol ICMP ini bertugas untuk melakukan tindakan – tindakan ketika terjadi yang namanya error di dalam sebuah jaringan komputer tesebut.
2. Membantu control procedure atau prosedur pengaturan pada sebuah jaringan
Control procedure atau prosedur pengontrolan juga merupakan tugas dan fungsi utama dari protocol ICMP ini. ICMP bertugas untuk mengatur dan mengontrol segala macam bentuk pengaturan pada sebuah jaringan kompter. Dengan adanya ICMP ini, maka setiap jaringan komputer dapat berjalan sesuai dengan prosedur juga ketentuan yang ada, sehingga tidak mengalami melenceng atau kesalahan dalam proses transmisi jaringan tersebut.
3. Menyediakan pengendalian error dan pengendalian arus pada network layer atau lapisan jaringan
Pengendalian error atau error handling sudah dibahas pada poin sebelumnya. Akan tetapi, selain melakukan pengendalian error atau error handling ini, ICMP juga memiliki tugas juga fungsi lainnya, yaitu melakukan pengenalian terhadap arus informasi yang ditransmisikan pada network layer atau lapisan jaringan.
Seperti diketahui, ketika bekerja, sebuah jaringan akan memiliki beberapa macam lapisan atau layer – layer tertentu yang mana setiap paket data harus melewatinya. ICMP bertugas untuk melakukan pengendalian terhadap arus yang akan masuk ke dalam masing – masing layer tersebut.
4. Mendeteksi terjadinya error pada jaringan, seperti connection lost, kemacetan jaringan dan sebagainya
Tugas pendeteksian dan juga pelaporan akan terjadinya error juga merupakan tugas dan fungsi utama dari ICMP ini. ICMP merupakan protocol yang memilki peran penting ketika terjadi error pada sebuah jaringan atau network. Ketika ICMP mendeteksi terjadinya error, biasanya router atau perangkat keras jaringan lainnya akan memberikan tanda kepada ICMP, misalnya host tidak dapat dijangkau, atau koneksi terputus.
Pada saat itu, ICMP akan menerima dan mendeteksi hal tersebut, dan kemudian melaporkan situasi dimana terjadi error.
Tipe – Tipe Pesan pada ICMP
Sebagai protocol jaringan komputer yang bertugas untuk mengirim pesan, ICMP sendiri memiliki dua jenis pesan yang bisa dideteksi dan dilaporkan. Berikut ini adalah kedua jenis pesan yang ada pada protocol ICMP :
1. ICMP Error Message
Merupakan suatu pesan atau message yang disampaikan oleh ICMP ketika terjadi kesalahan atau error pada jaringan komputer yang sedang berjalan. ICMP error message ini sendiri juga terbagi menjadi beberapa jenis. Berikut ini adalah beberapa jenis ICMP error message :
* Destination Unreachable
Destination unreacheable merupakan suatu pesan error yang terjadi ketika pengiiman paket data mengalami kegagalan transmisi, yang disebabkan oleh putusnya jalur koneksi baik jalur secara fisik maupun jalir secara logic pada suatu jaringan. Biasanya destination unreacheable ini disampaikan oleh perangkat keras router.
* Time Exceeded
Merupakan pesan yang dikirmkan oleh ICMP ketika field TTL pada paket IP sudah habis, namun paket tersebut belum juga sampai pada tujuannya. Hal ini mirip seperti request timed out ketika kita akan masuk ke dalam seuah situs internet.
* Parameter Problem
Merupaakn pesan kesalahan yang terjadi ketika terjadi kesalahan parameter pada header paket data yang ditransmisikan.
* Source Quench
Merupakan pesan yang dikirimkan ketika router tujuan mengalami gangguan atau kongesti, sehingga hal ini akan menyebabkan pengiriman paket data harus menjadi lebih lambat daripada biasanya.
2. ICMP Query Message
Merupakan pesan pada ICMP yang dikirimkan oleh node, yang kemudian dijawab oleh format – format spesifik dari node yang dituju, jadi tidak berhubungan degnan error message, dan hanya berupa pembalasan pesan yang dikirmkan.
Pengertian POP3 dan Fungsinya
Dalam sebuah jaringan komputer, terutama internet, kita mengenal banyak
sekali istilah – istilah singkatan yang merupakan protocol – protocol
tertentu. sebut saja TCP/IP, HTTP, HTTPS, SMTP, ICMP dan masih banyak
lagi protokol jaringan yang digunakan. Salah satu protocol yang memiliki peran yang sangat vital adalah POP3.
Berikut iini adalah beberapa penjelasan dan fungsi dari POP3 sebagai sebuah protocol internet.
Gambar POP3:
Gambar POP3:
Apa itu POP3?
POP3 mungkin merupakan istilah yang cukup asing di telinga anda. Akan
tetapi, ternyata meskipun merupakan istilah yang asing di telinga anda,
POP3 adalah salah satu hal yang paling sering anda gunakan sehari – hari
tanpa anda sadari. Ya, POP3 adalah sebuah protocol internet atau
jaringan yang digunakan untuk mengambil surat elektronik atau email dari
server email ke dalam device atau client email yang anda miliki.
POP3 adalah kependekan dari Post Office Protocol versi 3.
Sesuai dengan namanya, POP3 adalah sebuah protocol di dalam jaringan
internet yang memiliki fungsi seperti bis surat, dan digunakan di dalam
email client yang kita miliki untuk mengambil dan membaca email
atau surat elektronik yang masuk.
Penggunaan email atau surat elektronik ini tentu saja sudah tidak asing
lagi bukan di telinga kita? ketika email masuk ke dalam inbox email
kita, disanalah POP3 bekerja dan memegang peranan yang sangat penting.
Sama halnya dengan simple mail transfer protocol yang mengurusi tentang
pengiriman dan penerimaan pesan atau email di jaringan internet, POP3
ini akan mengatur semua email-email yang ada.
Fungsi dari POP3
Nah, seperti sudah dijelasakan sebelumnya, POP3 adalah sebuah protocol
internet yang digunakan untuk mengakses email atau surat elektronik yang
masuk ke dalam email client. Fungsi utama dari POP3 ini adalah untuk
menyimpan sementara email yang terkirim di dalam sebuah email server,
dan kemudian meneruskannya ke dalam email client, dimana baru akan
terespon ketika email tersebut sudah dibuka oleh user yang berhak (dalam
hal ni adalah mereka yang memegang username dan juga password dari
alamat email).
POP3 adalah protocol email yang digunakan pada berbagai macam email
client, mulai dari aplikasi email pada desktop, seperti Microsoft
outlook, hingga aplikasi email pada smartphone, misalnya Gmail, Ymail,
dan sebagainya.
Dengan adanya protocol POP3 pada email client ini, maka setiap surat
atau email yang sudah terttampung ke dalam email server akan dimunculkan
di dalam email client dan akan dibuka ketika user memiliki hak akses
atas surat atau email tersebut.
Perbedaan POP3 dan SMTP
Selain POP3 pada jaringan kompter, dalam hal yang berurusan dengan email, terdapat pula protocol yang bernama SMTP. SMTP atau simple mail transfer protocol
adalah protocol email lainnya yang bekerja untuk mengirim email. Lalu
apa perbedaan antara SMTP ini dengan POP3? Perbedaan utama dari kedua
jenis protkol ini adalah dari fungsi utama yang dimiliki oleh keduanya.
Apabila POP3 adalah protocol surat elektronik yang digunakan untuk
menerima email dan menyimpannya di dalam sebuah email server sampai ada
user yang memiliki hak akses membukanya, maka SMTP adalah sebuah
protocol email yang digunakan untuk mengirimkan surat atau email ke
dalam web server.
Jadi, alur protocol yang digunakan dalam proses pengiriman email adalah sebagai berikut :
User 1 menuliskan email – email terkirim ke dalam email server
menggunakan STMP (simple mail transfer protocol) – kemudian email yang
sudah tersimpan ke dalam email server akan masuk ke dalam email client
dari user 2 (penerima) denan menggunakan POP3 (post office protocol) –
user 2 atau penerima email dapat membuka dan melihat email dari aplikasi
email client, juga menggunakan protocol POP3.
Pengertian SMTP dan Cara Kerjanya
SMTP merupakan salah satu jenis protocol yang bekerja dalam hal
pengiriman pesan – pesan berupa surat elektronik atau email pada sebuah
jaringan internet. Anda pasti sudah sangat mengenal dengan apa itu
email. Email atau yang merupakan kependekan electronic mail merupakan salah satu inovasi terbaik yang pernah diciptakan pada era perkembangan jaringan komputer, tepatnya pada era 90-an, dimana email yang pertama kali digunakan adalah pesan dari Ratu Inggris.
Contoh Gambar SMTP:
Contoh Gambar SMTP:
Setelah itu, email pun mulai banyak berkembang, dan tentu saja menjadi
sangat populer di kalangan public dan kalangan user, karena sangat
praktis. Terlebih membuat email pun tidak sulit, dan mudah untuk di
pahami. (baca juga: cara membuat email baru)
Ada beberapa manfaat penting dari penggunaan sebuah email, antara lain :
- Mempercepat proses pengiriman surat
- Tidak membutuhkan biaya perangko
- Mempermudah komunikasi, terutama yang berada di lokasi yang berbeda Negara dan berjarak sangat jauh
- Privasi terjaga
- Mudah untuk digunakan
- Bisa dilakukan dimana saja
- Sudah banyak vendor yang memberikan layanan email untuk usernya
Saat ini, mungkin yang banyak diketahui oleh user adalah bahwa email
sangat mudah untuk digunakan. Namun banyak orang yang tidak mengetahui
bahwa sebenarnya email melewati proses yang cukup panjang ketika akan
dikirmkan menuju alamat tujuan. Hanya saja, proses tersebut tidaklah
selama dan sepanjang ketika kita harus mengirimkan surat dengan
menggunakan pos.
Akan tetapi, penggunaan email pun sebenarnya juga menggunakan sistem
Pos, namun berbeda dengan pos secara fisik. Sistem email menggunakan Pos
sebagai protocol dalam mengirimkan dan menerima surat. Protocol
tersebut adalah Protokol SMTP, yang bertindak sebagai kantor pos pada
saat kita sebagai user melakukan pengiriman dan penerimaan surat.
Apa itu SMTP?
SMTP sendiri merupakan kependekan dari Simple Mail Transfer Protocol.
Apabila kita artikan secara harafiah, maka bisa dikatakan bahwa SMTP
merupakan sebuah protocol yang digunakan untuk melakukan proses
pengiriman dan penerimaan (proses transfer sebuah surat secara
elektronik), namun dengan menggunakan sebuah acara teknis yang simple
dan mudah untuk dipaham dan diimplementasikan.
Akan tetapi, ternyata dalam pengaplikasiannya, SMTP hanyalah digunakan
untuk membantu user mengirimkan surat elektronik kepada penerima. Jadi
dengan menggunakan protocol SMTP ini, maka anda sebagai seorang user
dapat mengirimkan pesan elektronik atau email kepada penerima.
SMTP sendiri pertama kali mulai didefinisikan oleh RCF pada tahun 1982,
yang juga dikenal dengan nama STD 10. Hingga saat ini, protocol SMTP ini
sudah diperbaharui, dan perbaharuan terakhirnya adalah pada tahun 2008,
yang dilakukan oleh RFC 5321. Sama seperti beberapa protocol aplikasi
internet lainnya yang banyak digunakan, seperti HTTP misalnya, SMTP juga
menggunakan protocol TCP dalam internet untuk dapat bekerja, dengan
spesialisasi sebagai pengirim surat elektronik atau email.
Cara kerja SMTP
Untuk bisa lebih memahami mengenai SMTP dalam proses pengiriman sebuah
email, maka ada baiknya kita juga mempelajari mengenai cara kerja dari
SMTP ini di dalam proses pengiriman surat elektronik atau email.
Cara kerja dari protocol SMTP ini pada dasarnya sangatlah sederhana.
Prinsip dasar dan prinsip utama dari penggunaan SMTP ini adalah bahwa
terdapat sebuah email server yang bertugas sebagai penampung sementara
surat elektronik, sebelum dikirmkan ke alamat email penerima.
Jadi, ketika user akan mengirimkan sebuah surat elektronik, maka surat
elektronik tersebut, yang dikirmkan oleh user akan menggunakan protocol
SMTP, sehingga surat tersebut kemudian akan masuk ke dalam email server,
untuk dicocokan dengan alamat email penerima. Ketika alamat email
penerima sudah terdeteksi cocok, maka surat elektronik atau email
tersebut kemudian di kirimkan ke alamat email yang dituju, dan pengirim
akan memperoleh notifikasi bahwa email sudah dikirimkan ke alamat email.
Apabila kita melihat hal ini, maka cara kerja SMTP ini persis seperti
cara kerja kotak pos atau bis surat yang dulu sering kita gunakan untuk
mengirimkan surat dari kota ke kota. SMTP bisa kita analogikan sebagai
sebuah bis surat atau kotak pos. ketika kita akan mengirimkan surat,
maka kita akan memasukkan surat kita ke dalam kotak pos tersebut, dan
tukang pos akan mengambil surat anda untuk dimasukkan ke dalam kantor
pos, disortir, lalu kemudian dikirmkan ke alamat yang tertera pada surat
tersebut.
Satu – satunya perbedaan antara penggunaan protocol SMTP dengan analogi
kotak pos ini hanyalah terdapat pada kecepatan dan tipe surat yang
digunakan. Apabila ketika menggunakan kotak pos, kita mengirimkan surat
secara fisik, maka pada SMTP, kita mengirimkan surat secara elektronik,
yang mana waktu pengiriman pun jauh lebih cepat. Meski berbeda, namun
demikian hal ini menunjukkan bahwa ketika kita mengirimkan sebuah email,
email yang kita kirim tersebut akan melewati beberapa proses yang sama
seperti ketika kita mengirimkan surat biasa menggunakan jasa pos.
Protokol SMTP sendiri bisa kita akses dan kita gunakan berkat bantuan
ISP atau internet service provider yang kita gunakan. Kebanyakan
Internet Service Provider sudah menambahkan fitur pengiriman email
melalui SMTP, sehingga kita bisa mengirimkan email menggunakan protocol
ini.
Protokol lainnya yang digunakan pada proses pengiriman surat
Setelah kita melihat dan juga membahas mengenai apa itu SMTP dan juga
posisinya sebagai sebuah protocol, maka kita bisa memahami bahwa funsi
SMTP memiliki keterbatasan, yaitu hanya dapat digunakan untuk
mengirimkan sebuah surat elektronik saja. Kalau begitu, bagaimana ketika
kita akan menerima sebuah surat elektronik, dan melihat keseluruhan
isinya? Jawabannya adalah dengan menggunakan protocol lainnya, yang
berfungsi untuk mengambil dan juga menerima email. Protocol tersebut
adalah protocol IMAP dan juga protocol POP.
Protokol IMAP dan juga protocol POP sama sama merupakan protocol surat
elektronik yang bertugas untuk menerima email, dan juga melihat isi dari
email tersebut. IMAP sendiri merupakan kependekan dari Internet Messages Access Protocol, sedangkan POP merupakan kependekan dari Post Office Protocol yang saat ini sudah berada pada versi ke 3 (POP3).
Kedua protocol ini sama – sama bertugas untuk mengambil dan mengecek
email yang ada ke dalam email server. Perbedaan dari kedua protocol ini
hanyalah pada kemampuannya saja. IMAP dapat memungkinkan pengguna atau
user dalam memilih surat mana yang akan diambil, dan menghapus surat
yang penting, sedangkan POP mengharuskan user melakukan download email
terlebih dahulu, baru bisa melakukan pengeditan tersebut.
Apa itu FTP? Pengertian, Kelebihan, Kekurangan dan Cara Kerjanya
FTP memiliki peranan penting dalam pertukaran informasi dalam satu komputer. Tanpa adanya FTP, tidak akan ada yang namanya mengunduh, mengunggah, browsing, dan menonton video. Jika kamu belum tahu apa itu FTP dan bagaimana cara kerjanya, mari simak penjelasannya berikut ini!
Contoh Gambar FTP:
Contoh Gambar FTP:
Pengertian FTP
File transfer protocol (FTP) merupakan protokol yang bertugas untuk menjembatani pertukaran informasi di dalam suatu komputer. Jika kamu mengunduh dan mengunggah file, maka semua aktivitas tersebut dapat dilakukan dengan adanya bantuan FTP.Dua hal penting dalam FTP adalah FTP server dan FTP client. FTP server adalah server yang menjalankan software dengan fungsi memberikan layanan tukar menukar file yang selalu siap apabila ada permintaan dari FTP client. Sedangkan yang dimaksud dengan FTP client adalah komputer yang kamu gunakan untuk melakukan berbagai aktivitas. Komputer kamu sebagai FTP client haruslah terhubung dengan FTP server untuk bisa menukar file dan melakukan aktivitas seperti download, upload, rename, delete, dan sebagainya.
Kelebihan FTP
FTP sebagai protokol yang menjembatani pertukaran informasi di dalam suatu komputer ini memiliki banyak kelebihan, antara lain:
- Memiliki sistem keamanan enkripsi pada jaringan yang digunakan sehingga kamu tidak perlu khawatir akan peretasan data pribadi.
- FTP memiliki fungsi sebagai penyimpanan, di mana data yang dikirimkan tidak akan hilang atau dihapus oleh komputer dan perangkat elektronik lain.
- Meski menggunakan FTP memerlukan verifikasi, namun sudah ada software yang membantumu melakukannya, beserta dengan petunjuk verifikasi. Tambahan informasi, verifikasi menggunakan FTP ini hanya ada dua langkah saja.
- FTP mampu menjembatani pertukaran informasi dan file antar komputer. Selama prosesnya, sudah dilengkapi dengan sistem keamanan yang melindungi data yang kamu kirim ataupun terima.
- FTP mampu melakukan backup data dan file, termasuk restore pada sebuah website.
- Transfer data dan informasi melalui FTP sangat mudah dan efisien.
- FTP dapat digunakan sebagai indirect computer atau implicit remote computer.
Kekurangan FTP
Di samping memiliki kelebihan, FTP juga memiliki kekurangan seperti:
- Sangat bergantung dengan adanya sistem keamanan enkripsi. Tanpa ada sistem keamanan enkripsi, maka FTP tidak aman digunakan untuk transfer data dan informasi.
- Desain yang tidak begitu kuat sehingga bisa membahayakan administrator karena minimnya informasi tentang faktor risiko yang akan dihadapi.
- Kesalahan dalam menyampaikan informasi sering terjadi sehingga administrator sulit memahami informasi yang diterima.
Cara kerja FTP
FTP bekerja dengan mengandalkan autentikasi standar yang meminta pengguna komputer memasukkan username dan password untuk bisa mengakses data. Setiap kali kamu ingin mengunduh, mengunggah, ataupun melakukan aksi lain terhadap data dalam komputer, maka diperlukan akses dari FTP untuk perintah yang kamu lakukan. Password dan username itulah yang menjadi kunci aksesmu untuk mengakses data di dalamnya. Dengan password dan username yang diberikan oleh FTP, kamu bisa leluasa memindahkan, menyalin, membuat, dan menghapus data yang ada di dalam direktori penyimpanan komputer.
Namun, sebelum terjadi pertukaran data tersebut, FTP client terlebih dahulu harus melakukan permintaan koneksi terhadap FTP server. Jika FTP client terhubung ke FTP server, barulah di situ terjadi aktivitas yang kerap kamu lakukan seperti mengunduh data, mengunggah, dan sebagainya.
Bisa disimpulkan bahwa FTP ini memiliki peran yang sangat vital pada seluruh aktivitas yang kamu lakukan dengan komputer. Tanpa adanya FTP, maka kegiatan yang biasa kamu lakukan dengan komputer tidak akan terjadi. Sekarang, kamu jadi lebih tahu ‘kan, tentang apa itu FTP dan fungsinya?
Pengertian ARP dan Cara Kerjanya
Apa itu ARP (Address Resolution Protocol) ?
ARP (Address Resolution Protocol) adalah protokol jaringan yang digunakan untuk mengetahui alamat perangkat keras (MAC) dari suatu perangkat dari alamat IP. Ini digunakan ketika perangkat ingin berkomunikasi dengan beberapa perangkat lain di jaringan lokal (misalnya pada jaringan Ethernet yang membutuhkan alamat fisik untuk diketahui sebelum mengirim paket). Perangkat pengirim menggunakan ARP untuk menerjemahkan alamat IP ke alamat MAC. Perangkat mengirim pesan permintaan ARP yang berisi alamat IP perangkat penerima. Semua perangkat di segmen jaringan lokal melihat pesan, tetapi hanya perangkat yang memiliki alamat IP tersebut yang merespons dengan pesan balasan ARP yang berisi alamat MAC-nya. Perangkat pengiriman sekarang memiliki cukup informasi untuk mengirim paket ke perangkat penerima.Contoh Gambar ARP:
Paket permintaan ARP dikirim ke alamat broadcast (FF: FF: FF: FF: FF: FF untuk siaran Ethernet dan 255.255.255.255 untuk siaran IP).
Berikut adalah penjelasan dari proses ARP:
Katakanlah bahwa Host A ingin berkomunikasi dengan host B. Host A mengetahui alamat IP host B, tetapi tidak tahu alamat MAC host B. Untuk mengetahui alamat MAC host B, host A mengirim permintaan ARP, mencantumkan alamat IP host B sebagai alamat IP tujuan dan alamat MAC dari FF: FF: FF: FF: FF: FF (broadcast Ethernet) . Switch akan meneruskan frame keluar semua antarmuka (kecuali antarmuka masuk). Setiap perangkat di segmen ini akan menerima paket, tetapi karena alamat IP tujuan adalah alamat IP host B, hanya host B yang akan membalas dengan paket balasan ARP, yang mencantumkan alamat MAC-nya. Host A sekarang memiliki informasi yang cukup untuk mengirim traffic ke host B.
Semua sistem operasi memelihara cache ARP yang diperiksa sebelum mengirim pesan permintaan ARP. Setiap kali sebuah host perlu mengirim paket ke host lain di LAN, pertama kali memeriksa cache ARP untuk alamat IP yang benar dan alamat MAC yang cocok. Alamat akan tetap berada di cache selama beberapa menit. Anda dapat menampilkan entri ARP di Linux dengan menggunakan perintah arp :
Kelebihan dan kekurangan Ipv4 dan Ipv6
Kelebihan Ipv4
- tidak mensyaratkan ukuran paket pada link-layer dan
harus bisa menyusun kembali paket berukuran 576 byte.
kekurangan Ipv4
1. Panjang alamat 32 bit (4 bytes)
2. Dikonfigurasi secara manual atau
DHCP Ipv4
3. Dukungan terhadap Ipsec opsional
4. Fragmentasi dilakukan oleh pengirim
dan pada router,menurunkan kinerja router.
5. Ipv4 yang hanya memiliki jumlah
32-bit(jumlah total alamat yang dapat di capainya mencapai 4,294,967,296
alamat).
1.Ruang alamat 128 bit.
2.Pengalmatan multicast, yaitu
pengiriman pesan kebeberapa alamat dalam satu
group.
3.Stateles address
autoconfiguration(SLAAC), Ipv6 dapat membuat alamat sendiri tampa bantuan
DHCPv6.
4.keamanan lebih bagus dengan adanya
default securityIPSec.
5.pengiriman paket lebih sederhana
dan Efisien.
Kekurangan IPv6
1.Operasi Ipv6 membutuhkan perubahan
perangkat(keras atau lunak) baru yang mendukungnya





Tidak ada komentar:
Posting Komentar